Nasehat al-Habib Abdullah al-Haddad rahimahullahu
Marilah kita memperhatikan perkataan seorang
wali quthub al-Habib Abdullah al-Haddad :
وَعَلَيْكَ بِحَمْلِ كُلِّ مَنْ لَكَ
عَلَيْهِ وِلَايَةٌ مِنْ وَلَدٍ وَزَوْجَةٍ وَمَمْلُوْكٍ عَلٰى فِعْلِ الصَّلَاةِ.
فَإِنِ امْتَنَعَ أَحَدٌ مِنْ هٰؤُلَاءِ مِنْ فِعْلِهَا فَعَلَيْكَ بِوَعْظِهِ
وَتَخْوِيْفِهِ. فَإِنْ تَمَرَّدَ أَوْ أَصَرَّ عَلٰى التَّرْكِ فَعَلَيْكَ
بِضَرْبِهِ وَتَعْنِيْفِهِ. فَإِنِ امْتَنَعَ وَلَمْ يَنْزَجِرْ عَنِ التَّرْكِ
فَعَلَيْكَ بِمُقَاطَعَتِهِ وَمُدَابَرَتِهِ، فَإِنَّ تَارِكَ الصَّلَاةِ
شَيْطَانٌ بَعِيْدٌ عَنْ رَحْمَةِ اللهِ مُتَعَرِّضٌ لِغَضَبِهِ وَلَعْنَتِهِ.
تَحْرُمُ مُوَالَاتُهُ وَتَجِبُ مُعَادَاتُهُ عَلٰى كُلِّ مُسْلِمٍ، وَكَيْفَ لَا،
وَقَدْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْعَهْدُ الَّذِىْ
بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ. فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ. وَقَدْ
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَا دِيْنَ لِمَنْ لَا صَلَاةَ لَهُ. وَإِنَّمَا مَثَلُ تَرْكِ الصَّلَاةِ
مِنَ الدِّيْنِ كَمَثَلِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ.
“Dan lazimi atasmu dengan membawa setiap
orang yang menjadi tanggung jawabmu, baik itu anak, istri, dan budak (pembantu)
untuk mengerjakan shalat. Maka jika salah seorang dari mereka tidak mau
mengerjakan shalat, maka lazim atasmu dengan menasehatinya serta menakutinya
(dengan ancaman orang yang meninggalkan shalat). Maka jika ia masih menentang
dan terus menerus meninggalkan shalat, maka lazim atasmu dengan memukulnya dan
mengerasinya. Maka jika ia tetap tidak mau mengerjakan shalat dan ia tidak
jera, maka lazimi atasmu memutuskan hubungan dengannya serta meninggalkannya,
sebab orang yang meninggalkan shalat adalah syaithan yang jauh dari rahmat
Allah, ia telah menawarkan dirinya untuk mendapatkan kemurkaan dan laknat
Allah. Haram mengadakan hubungan dengannya serta wajib memusuhinya atas setiap
muslim. Bagaimana tidak, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
:”Perjanjian di antara kami dan antara mereka adalah shalat. Maka siapa
meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah musyrik. Dan sungguh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Tidak ada agama bagi orang yang tidak
ada shalat baginya. Dan perumpamaan orang yang meninggalkan shalat dari agama
adalah seperti kepala daripada jasad.”[1]
Demikianlah pernyataan al-Habib Abdullah
al-Haddad, seorang ulama besar, bahkan wali besar (wali qhutub) yang semestinya
menjadi renungan kita terutama terhadap salah satu anggota keluarga kita yang
barangkali masih meninggalkan shalat. Karena begitu dahsyatnya pernyataan
beliau, sampai-sampai beliau menyamakan orang yang tidak shalat seperti
syaithan karena sama-sama jauh dari rahmat Allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar